Judi Online – Ramos Dapat Capai Ballon d’Or

Judi Online - Ramos Dapat Capai Ballon d’Or

Judi Online – Bek Real Madrid B menilainya tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola, termasuk juga dianya memenangi penghargaan individu paling bergengsi, Ballon d’Or.

Mulai sejak Ricardo Kaka memenangkannya pada 2007, penghargaan itu dikuasai oleh Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo dalam sembilan tahun paling akhir. Untuk sesaat, bomber Barcelona mengoleksi lima trofi sedang Ronaldo bekasnya.

Walau bermain jadi bek, tetapi Ramos cukup seringkali buat gol. Bahkan juga seringkali gol-gol yang diciptakannya punya pengaruh besar pada hasil yang dipetik El Real.

“Soal Ballon d’Or itu bergantung. Saya mesti tahu apa yang mereka nilai untuk penghargaan itu. Satu tahun lebih paling akhir ini yaitu mengenai Messi serta Ronaldo, namun Fabio Cannavaro umpamanya, yang adalah tandemku, dia sempat menang, ” kata Ramos pada Judi Online.

Peran Ramos dalam berhasil Los Merengues musim kemarin tidak bisa dibantah. Tetapi Ronaldo yang cetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Juventus di final Liga Champions serta merangkai 42 gol dalam 46 kompetisi di semuanya pertandingan musim kemarin, kembali jadi favorit dalam persaingan perebutan Ballon d’Or serta menyamakan koleksi lima titel punya Messi.

Walau sekian, di mata Ramos, apa pun mungkin saja di sepak bola. Termasuk juga dianya membalikkan perkiraan serta memenangi Ballon d’Or tahun ini.

“Anda tidak sempat berasumsi itu hilang ingatan. Saya sudah menjangkau beberapa hal selama karirku serta begitu bagus. Namun bila mereka berikan Ballon d’Or kepadaku, itu juga akan jadi histori, ” Ramos memberikan kepada Judi Online.

Ramos nikmati keberhasilan besar dengan Madrid mulai sejak geser dari Sevilla pada 2005. Ramos sudah mencapai 15 titel juara, termasuk juga empat gelar La Liga serta tiga titel Liga Champions.

Continue reading

Juventus Tidak Miliki Kutukan di Eropa

Juventus Tidak Miliki Kutukan di Eropa

Penjaga gawang sekalian Kapten Juventus Gianluigi Buffon tidak sepakat dengan asumsi timnya mempunyai kutukan di pertandingan Eropa. Buktinya, Bianconeri 2 x maju ke final Liga Champions dalam tiga th. paling akhir, walau pada akhirnya kalah.

“Cardiff (final Liga Champions 2017) menyatakan kalau, tidak seperti yang diprediksikan orang lima atau enam th. waktu lalu, Juventus tidak mempunyai tabu di pertandingan Eropa, ” kata Buffon pada Liga77.

“Jika Anda menjangkau final 2 x dalam tiga th., itu bermakna Anda tidak miliki problem besar. Hanya satu problem yang kami hadapi yaitu kekalahan di final, namun juga benar kalau saat Anda menjangkau tingkat itu, Anda mesti memperhitungkan kekalahan. ”

Juventus rubuh di final 2015 lawan Barcelona. Sesaat di final 2017, mereka menyerah di tangan Real Madrid. Walau kecewa, Buffon yakin timnya dapat menebus kekeliruan itu musim depan.

“Aku fikir Juventus mempunyai basic yang kuat untuk bekerja serta itu memberikan keyakinan kami serta fans. Pemain yang lebih memiliki pengalaman diantara kami butuh selalu memberi yang paling baik, seperti yang sudah kami kerjakan dalam satu tahun lebih paling akhir, membiarkan beberapa orang yang datang untuk mengekspresikan diri hingga kami semuanya dapat selalu menguber mimpi ini, ” Buffon memberikan.

Continue reading

Ancelotti Sesalkan Sikap Lewandowski

Ancelotti Sesalkan Sikap Lewandowski

Pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti, menyayangkan sikap anak asuhnya, Robert Lewandowski.

Lewandowski pernah mengkritik tim karna terasa tidak memperoleh support penuh untuk memenangkan penghargaan top scorer Bundesliga.

Akhirnya, dia tidak berhasil serta ketinggalan satu gol dari Pierre-Emerick Aubameyang di tabel akhir.

“Lewandowski sendiri tidak sempat mengeluh pada saya. Saya juga sudah memberi perkataan selamat atas musim positifnya, ” tutur Ancelotti.

“Namun, seperti umum, ada agen yang sangat banyak bicara. Saya tidak ketahui apa argumen dibalik itu, ” kata sang pelatih.

Yang dirasakan Lewandowski serta komentar sang pelatih sekalian buka pintu keluar dari Bayern. Striker asal Polandia itu tengah dihubungkan dengan Manchester United serta Chelsea.

Bila Lewandowski hengkang, Bayern Munich besar peluang menguber Alexis Sanchez jadi suksesor.

Continue reading